![]() |
Oleh Agus Romadhon |
ORBITRAYA.COM, Semarang - 16/1/2025
Ketika kita tak merasa suka
Jiwa meronta
Hatipun terluka
Apalagi melihatpun enggan
Karena manusia tempatnya salah
Sudah turun temurun pendosa
Tetap tempatnya salah
Tak pernah mengakui
Walaupun hati tersakiti
Jiwa jiwa resah
Dalam pelampiasan
Amarah
Beda pandangan
Beda kesempatan
Beda pula penafsiran
Jiwa jiwa resah
Bergelantungan penuh angan
Angkuhnya jiwa
Tercurah luapan amarah
Terlempar dalam desah
Tak sepaham
Nafas nafas tak beraturan
Dengki
Iri tak berkesudahan
Hati dikotori fitnah fitnah
Tak kenyataan
Halusinasi kebencian
Pencari sensasi dasi dasi
Tak bertuan
Ngakunya beriman
Namun jiwa jiwa resah
Terkotori fitnahan fitnahan
Murahan
Karena karakter jiwa jiwa
Resah tak pernah
Merasa nyaman
Dalam setiap desahan