![]() |
Oleh Agus Romadhon |
ORBITRAYA.COM, Semarang - Jum'at (17/1/2025)
Ketika talenta bahasa
Tak kumengerti
Begitu pula apa yang dikata
Hanya bibir tipis mungilmu
Gerak irama kucoba
Namun apa boleh buat
Guru kau dimana
Aku tak mengerti bahasa cina
Kenapa dulu guru pernah berkata
Belajarlah sampai kenegri cina
Sedangkan tiap hariku
Tegur sapa kata
Tiap hari bahasa arab
Namun tak satupun
Aku bisa
Guru
Kenapa semua terulang
Terucap
Sedangkan talenta
Tetap semangat belajar
Walau kembali nestapa
Tak bisa
Entahlah
Sampai kapan
Bibir mungil terucap
Dengan irama sumbang
Sedangkan jiwa meronta
Aku harus bisa
Namun tetap sama
Guru
Kemana kini kau pergi
Sedangkan aku ingin klarifikasi
Kecina tak kesampaian
Ke arab pun tak pernah
Guru
Aku harus bagaimana
Agar semua terlampui
Bisa bangkitkan diri
Kecina
Ke arab
Tanpa basa basi